Amor Real Telenovela - Ribuan masyarakat Kabupaten Karo, Sumatra Utara yang selama ini bermukim di kaki gunung Sinabung semakin cemas karena gunung api yang sudah ribuan tahun tidak aktif itu meletus pada Minggu subuh.
Gunung Sinabung Meletus dan Semburan api seperti pijar bercampur debu vulkanik yang keluar dari puncak gunung membuat warga di tujuh dusun yang ada di kaki gunung Sinabung berhamburan mencari lokasi yang aman.
“Banyak warga saat ini berada di kantor Bupati dan sejumlah jambur (tempat berkumpul warga) di Kabanjahe. Mereka tidak terurus karena Pemkab Karo kurang memberikan perhatian,” ujar Hemat Sitepu, Warga Suka Nalu, Kecamatan Naman Teran, kepada Bisnis, hari ini.
Menurut dia, warga kurang mendapatkan penjelasan mengenai aktifnya gunung Sinabung, apakah membahayakan atau tidak. Ribuan warga, jelasnya, mendapat informasi yang simpang siur.
“Ada yang menyebutkan Sinabung akan meletus dahsyat. Sebagian lagi informasi mengatakan status Sinabung sudah ditingkatkan menjadi awas dan berbahaya. Masyarakat memerlukan penjelasan yang benar agar tidak panik, " tuturnya.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono sebelumnya menjelaskan,peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung tidak berbahaya karena masuk gunung tipe B. Gunung tipe B adalah gunung berapi yang sesudah tahun 1600 belum lagi memunculkan erupsi magmatik, tetapi masih memperlihatkan gejala seperti solfatara, yakni embusan gas gunung berapi yang banyak mengandung belerang.
Kemungkinan penyebab munculnya debu karena tingginya curah hujan yang masuk ke kawah gunung. Kepala Desa Suka Nalu Peten Sitepu menyebutkan, tadi malam warga sudah banyak yang meninggalkan desa dan mengungsi ke Kabanjahe.
Dari sekitar 300 kepala keluarga warga Desa Suka Nalu, hanya beberapa orang lagi yang tinggal di desa. Pengungsi yang kebanyakan anak-anak dan ibu-ibu diangkut menggunakan mobil dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Bupati Kabupaten Karo Daniel Daulat Sinulingga ketika dihubungi berkali-kali lewat telepon selular tidak berhasil. Telepon selularnya sulit dihubungi dan pesan singkat yang dikirim Bisnis tidak mendapatkan jawaban.
Gunung Sinabung Meletus dan Semburan api seperti pijar bercampur debu vulkanik yang keluar dari puncak gunung membuat warga di tujuh dusun yang ada di kaki gunung Sinabung berhamburan mencari lokasi yang aman.
“Banyak warga saat ini berada di kantor Bupati dan sejumlah jambur (tempat berkumpul warga) di Kabanjahe. Mereka tidak terurus karena Pemkab Karo kurang memberikan perhatian,” ujar Hemat Sitepu, Warga Suka Nalu, Kecamatan Naman Teran, kepada Bisnis, hari ini.
Menurut dia, warga kurang mendapatkan penjelasan mengenai aktifnya gunung Sinabung, apakah membahayakan atau tidak. Ribuan warga, jelasnya, mendapat informasi yang simpang siur.
“Ada yang menyebutkan Sinabung akan meletus dahsyat. Sebagian lagi informasi mengatakan status Sinabung sudah ditingkatkan menjadi awas dan berbahaya. Masyarakat memerlukan penjelasan yang benar agar tidak panik, " tuturnya.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono sebelumnya menjelaskan,peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung tidak berbahaya karena masuk gunung tipe B. Gunung tipe B adalah gunung berapi yang sesudah tahun 1600 belum lagi memunculkan erupsi magmatik, tetapi masih memperlihatkan gejala seperti solfatara, yakni embusan gas gunung berapi yang banyak mengandung belerang.
Kemungkinan penyebab munculnya debu karena tingginya curah hujan yang masuk ke kawah gunung. Kepala Desa Suka Nalu Peten Sitepu menyebutkan, tadi malam warga sudah banyak yang meninggalkan desa dan mengungsi ke Kabanjahe.
Dari sekitar 300 kepala keluarga warga Desa Suka Nalu, hanya beberapa orang lagi yang tinggal di desa. Pengungsi yang kebanyakan anak-anak dan ibu-ibu diangkut menggunakan mobil dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Bupati Kabupaten Karo Daniel Daulat Sinulingga ketika dihubungi berkali-kali lewat telepon selular tidak berhasil. Telepon selularnya sulit dihubungi dan pesan singkat yang dikirim Bisnis tidak mendapatkan jawaban.